Rabu, 09 November 2016

Naruto Is Motivation

        Didalam komik naruto,naruto adalah seorang anak yatim piatu dan dibenci oleh penduduk desa yaitu desa Konohagakure. Didesa tersebut naruto tidak mempunyai seorang temanpun,dan tidak seorangpun memberitahu siapa orang tuanya padahal orang tua naruto adalah seorang mantan hokage yaitu hokage ke 4. Naruto diwaktu kecil berusaha menjadi anak yang jail atau nakalsupaya mendapat perhatian oleh penduduk desa supaya dianggap ada didesa itu, tapi bukannya mendapat perhatian naruto malah mendapat hinaan,cacian dan dibenci oleh warga dan mendapat hukuman oleh ninja konohagakure.
       Banyak warga yang membenci naruto bukan tanpa alasan,warga membenci naruto karena didalam tubuh naruto ada rubah ekor sembilan atau biasa disebut kyubi. kyubi tersebut disegel oleh kedua orang tua naruto ketika naruto masih kecil. orang tua naruto menyegel kyubi ketubuhnya karena pada saat itu kyubi lepas dalam tubuh ibu naruto dan berhasil menghancur desa. Banyak warga warga yang meninggal dan naruto pun dituduh penyebabnya karena didalam tubuhnya ada kyubi padahal naruto masih bayi dan tidak tau apa apa pada kejadian teresbut. Monster tersebut selalu berada didalam tubuh naruto sampai naruto dewasa, Naruto tidak bisa lepas dari monster tersbut karena jika monster tersebut diambil naruto akan mati. Karena kekuatan monster tersebut banyak penjahat yang mengincar monster tersebut dan ingin membunuh naruto.
      Tapi seiring berjalannya waktu naruto yang payah berusaha keras menjadi seorang hokage dan selalu berlatih dan melewati misi misi dari desa dengan sangat baik. naruto mempunyai tekad yang sangat kuat ingin melindungi teman temannya dan menjadi hokage. Dan akhirnya perjuangan keras yang dilakukan oleh naruto membuahkan hasil,Di beberapa pertarungan besar naruto selalu menjadi aktor utama dalam menyelamatkan desanya,akhirnya yang dulu warga desa yang membencinya sekarang sangat menyayanginya. Dan Narutopun diakui oleh warga dan dingkat menjadi Hokage ke7 dan menjadi hokage yang sangat hebat dan baik.
       Tokoh anime tersebut adalah tokoh yang sangat disukai dikky, dikky ingin menjadi tokoh seperti naruto yang mempunya tekad yang kuat dan pekerja keras karena yang bersungguh akan menuai hasil yang bagus pula. Walaupun dikky tidak mempunyai bakat atau keterampilan yang hebat paling tidak dia mempunya tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang hebat. Semoga apa yang digemari oleh dikky menjadi motivasi dan menjadi sosok yang menginspirasi dan banyak membawa dampak positif terhadapatnya. 


           Oke, terimakasih telah membaca cerita saya. good luck buat semuanya

Rabu, 02 November 2016

THE KING OF ANIME 


      Siapa yg tak kenal dengan dikky fradana? ya tentu saja gak ada,gak penting juga mau kenal dia. makanya diblog saya yang ini saya akan menceritakan panjang lebar tentang SIAPA ITU DIKKY FRADANA? coba kalian bayangkan selama 2 minggu dengan terpaksa saya harus STALKING COWO,parah men parah haha. tapi gak apa bodo amat aja. Didalam Agama Islam ini hukumnya haram guys.kenapa haram? ya karena lebih banyak mudharat daripada manfaat makanya hukumnya haram.

   Oke jadi dia ini adalah teman sekelas saya, Dia adalah penggemar berat dari ANIME seperti; Naruto,One piece,Doraemon Dll. saking ngefans nya sama Anime dia ni kadang kadang dikelas ngomong Dia adalah robot manusia dari abad 22,udah kayak doraemon aja yakan haha. walaupun dikky suka banget yang namanya anime tapi dia tidak lupa belajar juga dikelas dia termasuk anak yang pintar menurut orangtuanya,yaiyalah setiap orang tua pasti bilang gitu ke anaknya haha tapi ini beneran guys menurut saya dan teman teman yang lain dikky anak yang pintar walaupun agak sedikit pendiam.

  Dikky Sekolah di SMK7 Rumbai. di SMK7 dikky juga aktif dibeberapa jenis olahraga seperti Basket dan Tae Kwon Do. di Cabor basket dikky pernahlah beberapa kali ikut lomba antar sekolah gitu walaupun jarang menang sih sekolahnya. Tapi... diakhir-akhir sekolah atau waktu kelas 3 SMK dia pernah membawa sekolahnya Juara 1 guys hebat kan. Gak sia sia mamanya ngelahirin dia ada juga ternyata prestasinya di Non akademis. Di Tae Kwon Do walaupun masih pemula karena masih menginjak sabuk dikky terlihat lebih Jago dibanding teman teman yang lain yang satu leting sama dia. Berkat dia lebih unggul dibanding temannya itu dikky sering Diajak sparing melawan kakak tingkatnya yang sabuknya jauh lebih tinggi dan jam terbang dia lebih banyak dari dikky. walaupun kalah setidaknya dikky memberi perlawanan sengit melawan kakak tingkatnya tersebut. Walaupun kalah sabeum/pelatih tetap bangga karena berani melawan yang lebih hebat dari dia. Berkat kegigihan dikky dia jadi sering dia ajak kompetisi Tae Kwon Do beberapa kali. pengalaman yang paling tidak dilupakannya adalah ketika merebut medali emas piala walikota pekanbaru. Pada saat itu dia turun di Kelas JUNIOR FLY 53-57kg, ketika sebelum dipartai puncak atau difinal dikky sempat mengeram kesakitan karena pada babak semi final lawan dikky cukup tangguh jadi dikky susah payah melawannya sampai sampai kaki kirinya terkilir tapi walaupun begitu dia tetap semangat karena targetnya adalah masuk final. Dan dipartai final tersebut dengan kaki yang terkilir dengan beraninya dikky masuk Ring dan melawan pesaingnya tersebut, Bukannya melemah tapi dikky tiba tiba menjadi sangat ganas di Ring tersebut seolah olah kakinya tidak trjadi apa apa padahal sebelum final sudah terkilir berjalan aja susah. Tapi dengan motivasi yang sangat kuat pada dirinya dia berhasil menaklukkan rasa sakit dan lawan yang sedang dihadapinya. And finally perjuangan dikky akhirnya mendapat hasil dia berhasil mendapat medali emas.

  Walaupun dikky sangat menyukai Anime dan sangat maniak terhadapAnime tapi dia tidak lupa untuk bersungguh sungguh di dunia yang nyata jadi buat teman teman dimana pun berada buat jordanlovers yang ada diseluruh dunia kita boleh menyukai sesuatu hal entah apa pun itu tapi jangan lupa untuk serius melakukan sesuatu hal yang berhubungan dengan masa depan kita kelak. Oke Thank you,Terima kasih sudah membaca guys :)

 

 

Rabu, 26 Oktober 2016

BIOGRAFI DIKKY FRADANA


       Saya mempunyai teman bernama Dikky Fradana beliau lahir di Pekanbaru,27 Februari 1997. Beliau anak ke 2 dari 5 bersaudara. Dikky adalah termasuk anak yang pendiam dikampus walaupun pendiam dikky itu anaknya pintar tapi menurut saya salahnya dia tidak mau menunjukkan kelebihannya tapi itulah dikky sifatnya. dirumah Dikky anak yang baik,dikky sering membantu kedua orang tuanya seperti membersihkan rumah dan mengantar ayahnya pergi dan pulang kerja. Dikky pernah sekolah di TK YLPI PEKANBARU, SDN 018,SMPN 25 PEKANBARU dan SMKN 7 RUMBAI.Beliau menurut saya teman teman semua memang anak pendiam tapi dikky itu anaknya pintar waktu di SMP dulu dia sering mendapat juara kelas dia juga beberapa kali ikut Olimpiade Matematika Tngkat Kota sungguh prestasi yang luar biasakan. Tapi ketika SMK prestasi dikky agak menurun dia juga tidak tau kenapa bisa seperti itu menurut dikky mungkin karena di SMK persaingannya agak berat karena teman teman kelasnya pintar pintar. Dikky punya hobby agak berbeda dari orang lain itu menurut saya ya soalnya beliau punya hooby yaitu nonton ANIME, kalian taukan ANIME? ANIME itu adalah sebuah Komik atau kartun yang diproduksi dari Jepang, selain itu dikky juga suka main Basket. Ketika SMK dikky aktif di ekskul Bola Basket dikky masuk dalam Squad SMKN 7 dia juga pernah beberapa kali ikut kejjuaran Basket Tingkat SLTA walaupun idak pernah juara paling tidak dia melalukan kegiatan positif seperti main basket, menurut dikky dengan kita berolahraga seperti main basket membuat badan jadi lebih segar lebih kuat dan lebih percaya diri,dengan ikut ekskul Basket dikky mendapat  banyak teman teman diluar sana dan dari sekolah lain. Dikky juga suka olahraga tae kwon do, dikky ikut taekwondo sejak dia SMP, dia sering latihan di Jalan Kartama namanya dojangnya adalah RTC(riau taekwondo center) dikky telah berlatih taekwondo ketika duduk kelas 1 SMP, menurut dikky kenapa dia mengikuti taekwondo karena supaya bisa menjaga diri dan menolong orang yg tertindas, mulia sekalikan. Ditaekwondo dikky sudah sampai disabuk hijau kalau sabuk hijau ini tingkatannya belum terlalu tinggi tapi lumayan tinggi lah bisa dibilang setengah perjalanan menuju sabuk hitam tingkatan tertinggi pada taekwondo. selama taekwondo dikky sudah beberapa kali mengikuti kejuaran taekwondo yaitu di Bangkinang kejuruan tingkat Kota disitu dikky kalah melawan anak dari tembilahan tapi pada kejuaran PORKOT di Pekanbaru dikky mampu mendapat medali perak ketika di Final kalah melawan petarung dari Pelalawan tapi lumayan ada peningkatan, pada tingkat daerah di kampar dikky juga dapat medali perak dan dia kalah melawan petarung tuan rumah kata dikky wasitnya berat sebelah karena dia melawan Tuan Rumah tapi tidak apa apa karena dikky tidak membawa tangan kosong pulang. Dipertandingan Terakhir dikky dikejuaran taekwondo akhirnya dikky bisa mendapat medali emas di kejuaran tingkat pekanbaru. itu adalah pengalaman yg sangat bahagia sekaligus haru karena dipertandingan terkhirnya dikky bisa mendapat medali emas atau bisa disebut juara satu. Disitu dikky turun di JUNIOR FLY 56-60 kg. medali yang dinanti nanti berhasil didapatkan dipengorbanan yang sangat besar yaitu latihan yang keras dan berkat doa doa dari teman teman termasuk orang tua.dikky berhenti taekwondo karena harus mengikuti UAN dan harus banyak belajar supaya bisa mendapat nilai bagus agar masuk di sekolah favotite. dan pada akhirnya dia  berhasil masuk di SMKN 7 dengan nilai yang memuaskan orang tua dikky sangat bangga padanya karen dikky walau pintar di Non akademis dia juga pintar di Akademis. Ketika di SMKN 7 dikky sangat fokus ke pelajaran dia karena dia hanya ikut eksul bola basket dan itu pun karena diajak teman teman sekalasnya.Dan ketika beliau lulus dari SMKN7 dikky langsung masuk ke UNILAK di UNILAK dikky mengambil FKIP, dikky mengambil FKIP karena dia ingin membagi ilmu yang iya miliki. ini juga adalah impian dia sejak kecil. Mudah mudahan di fkip unilak ini dikky bisa mendapat ilmu yang banyak dan bisa melanjutkan pendidikan ke S2 amiin.
         Oke Cukup sekian Biografi Dikky Frananda. Terimakasih telah membaca.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Sureprice For Sasa 



       Disuatu pagi mama marah sama sasa karena sasa terlambat bangun,”sasa banguun ini sudah jam berapa?”dengan nada marah.”iyaa ma bentar” sahut sasa.tiba disekolah sasa terlambat sampai karena waktu telah menunjukkan pukul 7.30 dan sasa pun dihukum sama wali kelasnya.tibanya sasa dirumah sasa sedih karena seharian dihukum dan dimarahin oleh mama dan wali kelas dan malam itu sasa pun tidur cepat.
      Sasa adalah Anak semata wayang dari mama amita,sasa sekarang duduk dikelas 3 Sd di SDN 018 Kec.Bukit Raya. Sasa cumin tinggal berdua bersama mamanya, papa sasa telah meninggalkan sasa sudah hampir 4 bulan tanpa kabar,dan terpaksa mama sasa luntang lantung mencari uang buat kehidupan mereka berdua. Sasa adalah anak yang baik walaupun agak sedikit pemalas, mereka berdua menjual makanan dipasar.
     Setiap sore sasa jarang bermain bersama temannya karena sasa harus membantu mamanya membeli belanjaan dipasar,terkadang sasa sering cemburu melihat teman temannya bias bermain seru seruan,tapi mau gimana lagi sasa cumin hidup berdua bersama ibunya dirumah, kalau tidak mmbantu mamanya sasa juga tidak tega melihat mamanya.
     Disekolah sasa termasuk anak yang rajin,aktif dan pintar makanya banyak guru guru yang suka sama sasa banyak juga yang sedih karena mereka cuman tinggal berdua dirumah dan sasa harus membantu mamanya berjualan dan belanja dipasar,tidak sedikit guru yang memberi sasa duit dan makanan. Disitu kadang sasa merasa sedih
     Pada hari miggu sasa menanyakan ayahnya karna sasa sudah rindu,’ma,papa mana? Kok gak pulang pulang?kan sasa kangen sama papa”kata sasa.”papa pergi sa, mama gak tau kemana tapi papa bakalan pulang kok,papa gak bakalan ninggalin kita,tenang aja”kata mama sambil senyum,”tapi sasa udah kangen banget sama papa ma,papa kok gadak ngabarin kita sih”sasa.”kan dah mama bilang papa bakalan pulang,sabar ya sayang”kata mama nenangin sasa.
     Ketika sasa mau belanja mama melarang sasa karena sasa lagi sakit,tapi sasa bersikeras karena pengen membantu mamanya.”sa, kamu istirahat ajalah niar mama aja yg beli belanjaan buat jualan kita”mama.”udah ma gak apa kok sasa masih kuat,mama istirahat aja dulu kan capek tadi jualan dipasarkan?”kata sasa.”yaudah kamu kuatkan?” mama nanya.”kuat dong ma,sasa harus bias kayak mama”jawab sasa sambil tersenyum.
     Pada ulang tahun sasa ke 10 sasa kaget karena tidak melihat mama dari pagi sampai malam dirumah,sasa sendirian dirumah menangis karena berpikiran mamanya juga ninggalin dia.tapi tiba tiba mama dan papa sasa keluar dibalik lemari,”surepriceee… HBD anakku sayang”  sambil memeluk sasa .sasa senang bukan main sasa sampai menangis tersedu sedu,papa dan mama sasa member hadiah sebotol susu dindomilk kesukaan sasa.
“papa kemana aja?kok gak pulang pulang sih,kan sasa kangen,papa gak kangen ya sama sasa?sambbil nangis.”papa kerja sayang,maaf ya papa gak pernah ngasih kabar,soalnya kerja papa jauh dan gadak sinyal makanya papa gak ada ngasih kabar, maaf ya”jawab papa.”yaudah,tapi papa gak boleh ninggalin sasa lagi mulai dari sekarang ya,janji?”Tanya sasa.”iya sayang papa udah selesai kontrak disana jadi gak ninggalin kamu lagi”jawab papa.”makasih ya pa,sayang deh papa sama mama”sambil senyum. And finally keluarga ini bahagia kembali dan berkumpul bersama lagi

Rabu, 05 Oktober 2016

INTRODUCTION TO LITERATURE


Definitions


     It should be made clear from the onset that there is no real consensus or one all embracing definition of the term literature. You should also know that some of the definitions of literature given by scholars are largely according to their wealth of life experience within their locations. 
      
      Literature both on it’s broad and narrow planes (Gyasi, 1973)
It’s broad sense as “anything that is written”,
(While rees, 1973) sees it in narrow sense of “ writing which expresses and communicates thought, feelings and attitudes towards life”.

       Moddy (1987) wwrites the literature springs from our in born love of telling a story, ao arranging words in plesing patterns, of expressing in word some specil aspects of our human experience.
That is all the expert arguments about Introduction to literature, i get the conclusion about it. In this learning is to introduce us about how to start our interest in reading and studying the work of art. There is no better way word are used in a special and yet powerful manner than in literature. And kind of literature is writing which expresses and communicate thoughts, feelings and attitudes towards life.
        Among the various attempts to classify literature into genres, the triad epicdrama, and poetry has proved to be the most common in modern literary criticism. Because the epic was widely replaced by the new prose form of the novel in the eighteenth century, recent classifications prefer the terms fiction, drama, and poetry as designations of the three major literary genres.




Drama

      In this course you will be introduced to the world of literature. As a student of English, you must have studied literature, especially in English at a lower level than the present one. That means to some of you, what you are going to learn in the early part of this course may not be entirely new. There is therefore a need to bring your previous knowledge to bear on the new knowledge that you acquire in the course. In this unit, you will learn about the definitions of literature and different literary forms. Literature is a study that concerns a whole range of human life and activities. Thus, literature concerns you and me.



Poetry

 Poetry is one of the oldest genres in literary history. Its earliest examples go back to ancient Greek literature. Poetry Poetry is another genre or type of literature. It is written in verse, that is,  it is usually in lines known as verse. The use of verse is hence different from the biblical sense of chapter and verse. It simply refers to poems written in rhythmic patterns and lines
The illustrative poem above depicts versification. It was not written in prose or continuous form, but line by line. This is one of the reasons why it is a poem and not a play (drama) or prose (novel).
Conclusion : With a creative use of language, dramatic texts are produced for the audience to watch, and for the readers to enjoy. Poetic works stand unique amongst, all works of art. They represent a sophisticated and intricate use of language. The only way to enjoy literature is to read extensively.

Prose Works


The next genre or type of literature we shall consider is prose. This is a term you should be familiar with. What do you understand by it? Give your answer before reading this unit any further.
Prose refers to the literary or written form of the language of ordinary speech. We often talk about a book written in prose style or continuous form. The novel falls under prose. It is the latest arrival of the literary genres, in fact, novel means new.
How many novels have you read? Mention 10 of them and name their authors. The prose could be fiction or non-fiction. Fictions are imagined or invented stories. Thus, the events presented did not occur in real life, although they may be real to life, because, all literary work should depict life of various types. They include fables common in African literature and the modern George Orwell's Animal Farm, where the characters, mainly animals are made to talk, act and behave like human beings. Others are allegory which are similar to fables, but whose characters represent ideas, such as love, hope, meekness and the like, as is seen in John Bunyan's Pilgrim's Progress. Also included in the class of prose are parables, romance and short stories.
Non-fiction prose is more or less true-to-life stories. They include biography, autobiography, travels and adventures and the essay. All these types will be dealt with more fully in other modules.


The conclusion of prose This unit has been able to expose you to the three types of literature. You have also seen that literature is a work of art that is not restricted to only one form, but that there are different types depending on the writer's devices, theme and kinds of writing. Whether drama, prose or poetic literary work, creativity is a common trend.

Sabtu, 28 Mei 2016

Komputasi linguistic

Linguistik komputasi (bahasa Inggris: computational linguistics) adalah bidang antardisiplin yang mengkaji pemodelan bahasa alami dengan statistika dan berbasis aturan dari sudut pandang komputasi. Pemodelan ini tidak dibatasi pada suatu bidang tertentu dari linguistik. Bidang studi yang  dilibatkan dalam linguistik komputasi di antaranya adalah ilmu komputer, kecerdasan buatan, matematika, logika, ilmu kognitif, psikologi kognitif, psikolinguistik, dan antropologi.
Computational Linguistic (CL) ialah salah satu bidang computer science yang fokus pada interaksi antara manusia dengan komputer melalui bahasa alami. NLP merupakan salah satu cabang dari Artificial Intelligence (AI) dalam upaya memahami, dan menghasilkan bahasa-bahasa alami secara otomatis. Tujuan dari NLP adalah membuat sistem komputer menggunakan bahasa alami sebaik yang dilakukan oleh manusia, dan komputer dapat mengolah teks dan ucapan secara cerdas. Computational Linguistic merupakan ilmu gabungan dari Natural Language Generation (NLG), dan Natural Language Understanding (NLU). NLG berfokus kepada proses mengubah informasi dari database komputer menjadi bahasa manusia, sedangkan NLU mengubah bahasa manusia ke representasi yang lebih formal sehingga program komputer lebih mudah memanipulasi, dan memahami maksud dari bahasa alami tersebut.
Peran Ilmu Linguistik dalam bidang Komputasi cukup penting, sebagai contoh dalam penyusunan program komputer. Penyusunan program komputer melalui bahasa manusia berpedoman kepada bahasa formal.
Aturan bahasa formal yang digunakan adalah ekspresi reguler (regular expression) melalui gramatika reguler serta gramatika bebas konteks (CF)13. Kalau komputer kita anggap sebagai alat komputasi, maka peranan bahasa formal di dalam komputasi merupakan peranan linguistik di dalam komputasi. Mereka berkembang menjadi linguistik komputasional sampai menjadi disiplin tersendiri di bidang linguistik atau di bidang informatika. Bahkan mereka digunakan juga di dalam matematika. Linguistik komputasional tidak saja berkenaan dengan kompilator melainkan juga melahirkan berbagai bidang ilmu seperti speech recognizer, speech synthesizer, sampai ke penerjemahan bahasa.


Beberapa contoh yang termasuk dalam aplikasi Computational Linguistik adalah :
1. Wordnet
 WordNet  merupakan sebuah database kamus bahasa Inggris yang dikembangkan oleh PrincetonUniversity. Perbedaan antara WordNet dengan kamus bahasa pada umumnya adalah kamus bahasa memfokuskan pada kata sedangkan WordNet memfokuskan diri kepada makna kata. Satu makna dalam WordNet dapat dinyatakan dengan synset (synonym set), yaitu kumpulan kata yang merepresentasikan suatu makna. Selain dari representasi makna, di dalam WordNet juga terdapat relasi/hubungan antar makna seperti hipernim, hiponim, holonim, meronim, dll.

Wordnet di indonesia ialah WordNet bahasa Indonesia yang merupakan sebuah database yang dikembangkan oleh Lab Information Retrieval Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Pengembangan WordNet bahasa Indonesia menggunakan pendekatan expand approach sehingga struktur dari WordNet bahasa Indonesia menyerupai struktur dari WordNet yang dikembangkan oleh Princeton University. Saat ini, WordNet bahasa Indonesia mempunyai 1203 synset (synonym set) dan 1659 kata unik di dalamnya. Jumlah relasi semantik yang dapat dibuat dari synsetyang ada mencapai 2261 relasi. 

2. Machine Translation
Perangkat lunak Mesin Penerjemah (Machine Translation Tool) adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengganti manusia dalam menerjemahkan teks bahasa sumber menjadi teks bahasa sasaran. Campur tangan manusia tidak diperlukan saat proses penerjemahan dilakukan (mungkin sebatas beberapa klik tetikus) karena semua proses telah diprogram sebelumnya. 

3. Question Answering System
Question answering system (QA system) adalah sistem yang mengijinkan user menyatakan kebutuhan informasinya dalam bentuk natural language question (pertanyaan dalam bahasa alami), dan mengembalikan kutipan teks singkat atau bahkan frase sebagai jawaban.


4. Text Summarization
          Text summarization adalah proses mengurangi dokumen teks dengan program komputer untuk menciptakan sebuah ringkasan yang mempertahankan poin yang paling penting dari dokumen asli. . Metode Ekstraksi bekerja dengan memilih bagian dari kata yang ada, frase, atau kalimat dalam teks asli untuk membentuk ringkasan.Sebaliknya, metode abstraksi membangun sebuah representasi semantik internal dan kemudian menggunakan teknik bahasa generasi alami untuk membuat ringkasan yang lebih dekat dengan meringkas secara manual . Metode The state-of-the-art abstraktif masih cukup lemah, sehingga sebagian besar penelitian telah difokuskan pada metode ekstraktif.


Dalam masyarakat global yang makin intensif dalam pengembangan dan pemungsian teknologi, serta makin ekstensif dalam pergaulan antarbangsa dan persaingan industri, ilmu-ilmu sosial dan humanitas menghadapi tantangan baru untuk bisa menjelaskan ko-evolusi teknologi dan masyarakat, dan untuk bisa turut membangun iklim yang demokratis bagi penentuan arah dan pilihan-pilihan dalam kebijakan iptek. Di awal 1990-an di Eropa dan AS, kesadaran demikian telah memicu tumbuh-berkembangnya bidang-bidang multidisiplin baru di bawah payung keilmuan Science & Technology Studies, dan pusat-pusat riset multibangsa seperti Infonomics di Belanda. Kajian multidisiplin ini memandang lintasan perkembangan sains dan teknologi sebagai fenomena kompleks, yang di samping berdimensi teknis, juga berdimensi sosial, politik, dan kultural. 

**

PEMERINTAH Republik Indonesia di tahun 1962 membentuk Kementrian Urusan Riset Nasional Republik Indonesia, sebagai antisipasi terhadap Kebijakan Pembangunan Semesta 8 Tahun (1961-1968). Pada Kabinet Pembangunan II tahun 1978, kantor Menteri Negara Riset berubah menjadi Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 5 disebutkan, "Pemerintah memajukan iptek dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan bangsa." 

Dalam kaitannya dengan ini Kementrian Riset dan Teknologi (KRT) diberi tugas untuk merumuskan kebijaksanaan, melakukan koordinasi, dan melaksanakan pengelolaan pengembangan ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi. KRT saat ini didukung oleh tujuh Lembaga Penelitian Non Departemen (LPND), yaitu: LIPI, Lapan, Bakosurtanal, Batan, BSN, Bapetan, dan BPPT. Selain itu, terdapat lembaga iptek non LPND yaitu Dewan Riset Nasional, Lembaga Eijkman, Puspiptek, Agro Techno Park, dan Pusat Peragaan Iptek (PP Iptek). 

Sepanjang tahun 2004, telah tercapai sejumlah prestasi yang sangat membanggakan seperti aplikasi teknologi DNA (oleh Laboratorium Forensik DNA Lembaga Eijkman) untuk mengidentifikasi korban dan pelaku terorisme, penemuan pepaya kecil super sweet IPB-1 dan pepaya besar IPB-2 (melalui RUSNAS), penemuan bibit padi unggul padi sawah Atomita I-IV (oleh Batan) di Cilosari, Woyla, Merauke, dan teknologi pengawetan bahan pangan. Bakosurtanal telah sukses menemukan Vektor Medan Laju Percepatan Gerakan Lempeng Tektonik Aktif di wilayah Indonesia dan membuat peta perbatasan serta peta potensi daerah. Penyatuan geoid dan datum tinggi penentuan tanggal 1 Syawal dicapai dalam program Mawaqit. 

KRT, bekerja sama dengan Departemen Sosial, melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Nanggroe Aceh Darussalam melalui bantuan pembangkit listrik, peraga pendidikan, pelatihan bagi utusan adat. Sementara itu, BPP Teknologi terus melaksanakan kajian-kajian kelautan nasional dan internasional, dan telah melaksanakan lebih dari 100 pelayaran melalui kapal riset Baruna Jaya. Proses rancang bangun Pesawat Terbang Tanpa Awak (remotely piloted vehicle), kapal patroli cepat 14 m dan Teaching Industri Kelapa Sawit berskala medium, telah memasuki proses penyelesaian.

Pada tahun 2004, sejumlah peneliti di lingkungan LPND dan universitas memperoleh penghargaan internasional seperti Fellowship L'Oreal-Unesco for Woman in Science, Peneliti terbaik dari Yayasan Toray Indonesia, medali emas pada "International Exhibition of Invention New Technique and Product" (Fakultas Perikanan Univ. Bung Hatta, Padang). Tak kalah membanggakannya, pada tahun 2004 pelajar-pelajar Indonesia berhasil meraih penghargaan-penghargaan internasional. George Saa, pelajar SMU Jayapura, memperoleh The First Step to Nobel Prize di bidang fisika di Polandia, Yudistira Virgus, siswa SMU Palembang, meraih medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional di Korea Selatan. Temuan-temuan teknologi di masyarakat awam juga bermunculan, seperti teknologi pembuat makanan pathi telo (Pathilo) oleh Wahono, dari Gunung Kidul, teknologi listrik accu oleh H. Syaifudin dari Mataram, Lombok, NTB.

Di samping prestasi-prestasi yang membanggakan ini, dunia riset dan iptek Indonesia masih menghadapi tantangan yang besar. Yang utama adalah memantapkan kebijakan riset dan iptek nasional (national research and science & technology policies) secara lebih koheren dan selaras dengan kebijakan-kebijakan pembangunan nasional baik berjangka panjang, menengah, maupun pendek. Berbagai riset perlu diarahkan untuk bisa menghasilkan information base yang absah dan komprehensif bagi pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan. Dan oleh karena pembangunan ini bermatra jamak (multidimensional), riset-riset pendukung kebijakan perlu lebih berpola multidisiplin, terbuka, komunikatif, dan accountable.

**

KEBIJAKAN riset pada arena global, khususnya di negara-negara OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) tengah menghadapi tekanan untuk mengubah kinerja, efisiensi, dan dampak dari kegiatan-kegiatan riset. Tekanan ini disebabkan oleh meluasnya kesadaran, terutama sejak periode 1990-an bahwa riset yang didanai publik harus bisa bermanfaat lebih dari sekadar peningkatan pengetahuan. 

Kegiatan-kegiatan riset semakin dituntut untuk bisa:
(a) meningkatkan stok pengetahuan yang berguna,
(b) mendukung dan merangsang interaksi sosial,
(c) menciptakan firma/industri baru, dan
(d) menyediakan pengetahuan sosial dan humanitas untuk menjamin kualitas kehidupan sosial.
Kebijakan riset perlu memastikan terciptanya dampak positif dari riset terhadap keberhasilan ekonomi, kesejahteraan, daya saing, kapasitas inovasi, kualitas kesehatan dan keamanan masyarakat, serta kelestarian biosfer. 

Untuk menjawab tuntutan-tuntutan ini, tampaknya diperlukan sebuah kontrak sosial yang baru bagi iptek, yang didasarkan atas jaminan bagi kolaborasi melalui mediasi politik, ekonomi, dan sains, yang melibatkan para saintis dan aktor-aktor sosial lainnya. Para ahli kebijakan iptek melontarkan gagasan tentang triple helix, sebuah jalinan relasi-relasi baru dari academicians, business people, dan government agencies (ABG), di mana konfigurasi institusional baru ditampilkan dan fungsi-fungsi tradisional universitas dilebur. 

Dalam ko-evolusi kompleks antara teknologi dan masyarakat di abad ke-21 ini, sebuah ruang bersama yang baru dibutuhkan: agora iptek, yakni semacam pusat kehidupan intelektual, politik, komersial, religius, dan sosial di dalam kota. Di ruang publik ini, saintis bertemu dan berinteraksi dengan banyak aktor-aktor sosial lain, mengangkat dan mempertemukan nilai-nilai, dan bersimbiosis. Isu sentral dalam agora ini adalah interaksi, yang menghubungkan produser pengetahuan dengan konsumen pengetahuan, dalam heterogenitas aktor-aktor sosial. Dalam agora iptek ini perlu terdapat ruang bagi indigineous technology dan traditional wisdom untuk bisa tumbuh-berkembang dan berkontribusi dalam memperkaya khazanah iptek nusantara, dengan bertumpu pada prinsip keterbukaan, demokrasi, non-diskriminasi.

Sejumlah permasalahan mendesak untuk segera dijawab. Pemungsian sistem-sistem teknologi yang ada (infrastruktur transportasi, telekomunikasi, informasi dan metrologi, energi, permukiman dan wilayah, industri-industri migas, penambangan, pupuk, pengolahan pangan, tekstil, dan lain-lain, infrastruktur dan perlengkapan pertahanan militer) membutuhkan riset pengembangan dan manajemen untuk menjamin keselamatan (termasuk kapabilitas pencegahan dan penanggulangan bencana alam), kehandalan, dan keakraban lingkungan di dalam setting sosial-politik-kultural global yang kompleks. 

Sektor-sektor usaha dan perbankan swasta perlu lebih diberi peranan dalam menentukan arah pengembangan iptek, terutama dalam pengembangan komoditas-komoditas bermuatan iptek, agar bisa menembus pasar domestik ataupun internasional. Sektor ekonomi riil memerlukan dukungan riset untuk menyempurnakan infrastruktur (IT, energi, sumber daya air) guna mendukung berbagai jenis kegiatan usaha, khususnya dalam menarik investor asing ke dalam dunia usaha domestik. 

Riset dasar di bidang ilmu-ilmu informasi dan komputasi, dan bidang matematika, jika dikembangkan dengan kebijakan yang tepat, selain akan memperkuat budaya ilmiah, juga menyediakan basis penopang inovasi-inovasi di bidang software design & engineering untuk berbagai macam aplikasi dan pemodelan di berbagai sektor pembangunan. Riset dasar yang menggali potensi biodiversitas nusantara juga berpeluang tinggi untuk berkembang menjadi teknologi yang strategis, untuk menopang ketahanan pangan (mencakup sandang dan kesehatan), dan ketahanan dalam pertahanan. Bidang informasi dan biodiversitas ini juga berpeluang menarik investasi riset internasional ke dalam negeri.


Di abad ke-21 ini, trans-disiplineritas yang menjembatani sains, ekonomi, dan politik menjadi kunci dalam memobilisasi kapital intelektual masyarakat. Hal ini disepakati dalam sebuah konferensi internasional di Switzerland, 2000, yang dihadiri ratusan universitas, puluhan perusahaan dan perwakilan pemerintahan. Bukan saja ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu fisis yang dipertemukan dalam agora/alun-alun iptek yang baru, tetapi juga bidang-bidang humanitas (seperti sejarah, literatur, dan filsafat). Melampaui matriks disipliner dan matriks sektoral, tampaknya segenap Anak Bangsa semakin perlu berdialog dan berbagi peran dalam simfoni orkestra iptek nusantara, yang menghadirkan riset dan iptek bagi kesejahteraan, martabat, dan peradaban masyarakat hari ini dan generasi-generasi masa depan.

Sabtu, 21 Mei 2016

Semantic

Semantics  is the study of meaning. It focuses on the relationship between signifiers—likewords, phares, sings, and symbol—and what they stand for, their denotation. Linguistic semantics is the study of meaning that is used for understanding human expression through language. Other forms of semantics include the semantics of programming languages, formal logics, and semiotics. In international speciffic vocabullary semantics is also calledsemasicology.
The word semantics was first used by michel brel, a French philologist. It denotes a range of ideas—from the popular to the highly technical. It is often used in ordinary language for denoting a problem of understanding that comes down to word selection or con. This problem of understanding has been the subject of many formal enquiries, over a long period of time, especially in the field of formal semantics. In linguistics, it is the study of the interpretation of signs or symbols used in agents or communities within particular circumstances and contexts. Within this view, sounds, facial expressions, body language, andproxemics have semantic (meaningful) content, and each comprises several branches of study. In written language, things like paragraph structure and punctuation bear semantic content other forms of language bear other semantic content.
The formal study of semantics intersects with many other fields of inquiry, including lexicology,syntaxpragmaticsetymology and others. Independently, semantics is also a well-defined field in its own right, often with synthetic properties. In the philosophy of language, semantics and reference are closely connected. Further related fields include philologycommunication, and semiotics. The formal study of semantics can therefore be manifold and complex.
Semantics contrasts with syntax, the study of the combinatorics of units of a language (without reference to their meaning), and pragmatics, the study of the relationships between the symbols of a language, their meaning, and the users of the language. Semantics as a field of study also has significant ties to various representational theories of meaning including truth theories of meaning, coherence theories of meaning, and correspondence theories of meaning. Each of these is related to the general philosophical study of reality and the representation of meaning.
Jenis-jenis Semantik 

 Beberapa jenis semantik yang dibedakan berdasarkan tataran atau bagian dari  bahasa itu yang menjadi objek penyelidikannya, yaitu:

 Semantik Leksikel

 Leksikel adalah bentuk ajektif yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon (
vocabulary,
kosakata, pembendaharaan kata). Satuan dari leksikon adalah leksem, yaitu satuan kata yang bermakna ( Chaer, 2002: 60 dalam Wahab 1995 ). Kalau leksikon disamakan dengan kosakata atau  perbendaharaan kata, maka leksem dapat disamakan dengan kata. Dengan demikian, makna leksikel dapat diartikan sebagai makna yang bersifat leksikon, bersifat leksem, atau bersifat kata. Makna leksikel dapat juga diartikan makna yang sesuai dengan acuannya, makna yang sesuai dengan hasil observasi panca indera, atau makna yang
sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita. Kajian makna bahasa yang lebih memusatkan pada peran unsur bahasa atau kata dalam kaitannya dengan kata lain dalam suatu bahasa lazim disebut sebagai semantik leksikel.

Semantik Gramatikal

 Tataran tata bahasa atau gramatika dibagi menjadi dua subtataran, yaitu morfologi dan sintaksis. Morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari struktur intern kata, serta proses-proses pembentukannya; sedangkan sintaksis adalah studi mengenai hubungan kata dengan kata dalam membentuk satuan yang lebih besar, yaitu frase, klausa, dan kalimat. Satuan-satuan morfologi, yaitu morfem dan kata, maupun satuan sintaksis yaitu kata, frase, klausa, dan kalimat, jelas ada maknanya. Baik proses morfologi dan  proses sintaksis itu sendiri juga makna. Oleh karena itu, pada tataran ini ada masalah-masalah semantik yaitu yang disebut semantik gramatikal karena objek studinya adalah makna-makna gramatikal dari tataran tersebut.
 
 Semantik Kalimat

 Verhaar (1978: 126 dalam Parera 2004) mengutarakan semantik kalimat yang membicarakan hal-hal seperti soal topikalisasi kalimat yang merupakan masalah semantik, namun bukan masalah ketatabahasaan. Tentang semantik kalimat ini menurut beliau memang masih belum banyak menarik perhatian para ahli linguistik.
Function of Semantic
The purpose of semantic is to propose exact meanings of the words and phrases and remove confusion, which might lead the readers to believe a word has many possible meanings. It makes a relationship between a word and the sentence through their meanings. Besides, semantic enables the readers to explore a sense of the meaning, because if we remove or change the place of a single word from the sentence, it will change the entire meanings, or else the sentence will become anomalous. Hence, the sense relation inside a sentence is very important, as a single word does not carry any sense or meaning.
Example
By any other name would smell as sweet;
So Romeo would, were he not Romeo call’d…
The above-mentioned quote, “That which we call a rose…sweet” is, in fact, conveying figurative meaning. However, its surrounding text clarifies the meanings. Juliet is using metaphoric language and arguing with Romeo that his family name is not important for her, because she only wants Romeo.
Pengertian Tanda, Lambang, Konsep, dan Definisi Tanda dalam bahasa Indonesia pertama-tama adalah berarti “bekas”.Pukulan rotan yang cukup keras pada punggung akan memberi bekas. Bekas  pukulan itu, yang berwarna kemerahan, menjadi tanda akan telah terjadi suatu  pukulan dengan rotan pada tempat tersebut. Dari contoh diatas kita dapat melihat  bahwa dengan hal yang ditandai bersifat langsung. 
Lambang sebenarnya juga adalah tanda. Hanya bedanya lambang ini tidak memberi tanda secara langsung, melainkan melalui sesuatu yang lain. Warna merah pada bendera sang merah putih merupakan lambang “kesucian”. Seperti kata Ogden dan Richard (1972 : 9) lambang ini bersifat konvensional, perjanjian, tetapi ia dapat diorganisir, direkam dan dikomunikasikan. Bunyi-bunyi bahasa atau satuan bahasa sebenarnya termasuk lambang sebab sifatnya konvensional. Untuk memahami makna atau yang diacu oleh bunyi-bunyi  bahasa itu kita harus mempelajarinya. Simbol adalah kata serapan yang berpadangan dengan kata Indonesia lambang. Dalam karangan ini kedua kata itu dianggap mewakili konsep yang sama, meskipun mungkin distribusi penggunaan berbeda. Lambang bahasa yang berupa kata, gabungan kata, maupun satuan ujaran lainnya sama dengan lambang dan tanda dalam bidang lain “mewakili” suatu konsep yang berada didunia ide atau pikiran kita. Umpamanya kata (kursi) “mewakili” suatu konsep dalam benak kita berupa benda yang bisa digunakan sebagai tempat duduk dengan wujudnya yang sedemikian rupa sehingga nyaman untukdi duduki. Konsep sebagai referen dari suatu lambang memang tidak pernah bisa “sempurna”. Oleh karena itulah, kalau kita menyebut (kursi) atau (pemuda) atau lambang apa saja, orang sering bertanya “apa yang anda maksud dengan kursi itu ?” atau juga “apa atau siapa yang anda maksud dengan pemuda itu? Semua itu  berusaha merumuskan konsep-konsep yang ada dalam dunia, idenya dalam suatu rumusan yang disebut definisi atau batasan. Secara umum definisi atau batasan ini memberi rumusan yang lebih teliti mengenai suatu konsep.
Jenis-jenis Semantik 
 Beberapa jenis semantik yang dibedakan berdasarkan tataran atau bagian dari  bahasa itu yang menjadi objek penyelidikannya, yaitu: 
Semantik Leksikel
 Leksikel adalah bentuk ajektif yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon (vocabulary, kosakata, pembendaharaan kata). Satuan dari leksikon adalah leksem, yaitu satuan kata yang bermakna ( Chaer, 2002: 60 dalam Wahab 1995 ). Kalau leksikon disamakan dengan kosakata atau  perbendaharaan kata, maka leksem dapat disamakan dengan kata. Dengan demikian, makna leksikel dapat diartikan sebagai makna yang bersifat leksikon, bersifat leksem, atau bersifat kata. Makna leksikel dapat juga diartikan makna yang sesuai dengan acuannya, makna yang sesuai dengan hasil observasi panca indera, atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita. Kajian makna bahasa yang lebih memusatkan pada peran unsur bahasa atau kata dalam kaitannya dengan kata lain dalam suatu bahasa lazim disebut sebagai semantik leksikel. 
Semantik Gramatikal
 Tataran tata bahasa atau gramatika dibagi menjadi dua subtataran, yaitu morfologi dan sintaksis. Morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari struktur intern kata, serta proses-proses pembentukannya; sedangkan sintaksis adalah studi mengenai hubungan kata dengan kata dalam membentuk satuan yang lebih besar, yaitu frase, klausa, dan kalimat. Satuan-satuan morfologi, yaitu morfem dan kata, maupun satuan sintaksis yaitu kata, frase, klausa, dan kalimat, jelas ada maknanya. Baik proses morfologi dan  proses sintaksis itu sendiri juga makna. Oleh karena itu, pada tataran ini ada masalah-masalah semantik yaitu yang disebut semantik gramatikal karena objek studinya adalah makna-makna gramatikal dari tataran tersebut. 
Semantik Kalimat
 Verhaar (1978: 126 dalam Parera 2004) mengutarakan semantik kalimat yang membicarakan hal-hal seperti soal topikalisasi kalimat yang merupakan masalah semantik, namun bukan masalah ketatabahasaan. Tentang semantik kalimat ini menurut beliau memang masih belum banyak menarik perhatian para ahli linguistik.